Salah satu faktor penyebab terus turunnya produksi minyak nasional dan kurang berkembangnya industri minyak dalam negeri disebabkan oleh iklim investasi di sektor perminyakan dan gas dalam negeri yang masih kurang menarik.
President Susilo Bambang Yudhoyono is scheduled to open a convention and exhibition of the Indonesian Petroleum Association (IPA) on May 18, 2011.
Pemerintah mengeluarkan aturan untuk penyelarasan azas cabotage yang dinilai mengganggu produksi migas dalam negeri. Aturan baru ini kembali memperbolehkan kapal migas asing beroperasi di perairan Indonesia.
Hanya 6 jenis kapal eksplorasi dan eksploitasi lepas pantai yang boleh berbendera asing.
Kenaikan harga minyak mentah dunia mendorong para investor sektor hulu minyak dan gas bumi, kembali meminati lelang wilayah kerja (WK) migas Indonesia. Meski demikian mereka masih menunggu realisasi pemerintah untuk memperbaiki iklim usaha migas nasional.















